Diberdayakan oleh Blogger.
# Gallery

Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) UT Pokjar Johor

Mahasiswa Baru 2017.1

Menjelang kegiatan belajar, mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar Johor menggelar acara Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) periode 2017.1 pada 5 Februari kemarin.

Bertempat di Aula Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, acara yang dipandu oleh Muhammad Tobiin dari jurusan Ilmu Komunikasi ini berjalan dengan khidmat. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne UT menjadi pembuka acara yang diikuti oleh 31 mahasiswa baru.

Sambutan pertama dari Ketua DPM UT Pokjar Johor, Endri Mardiansyah memberikan sambutan dan
juga ucapan selamat datang kepada mahasiswa yang telah menjadi bagian keluarga UT Pokjar Johor. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Ibu Dewi Lestari selaku P.F Pensosbud KJRI Johor Bahru sekaligus pembina UT Pokjar Johor. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi semangat belajar kepada mahasiswa baru. Beliau mengatakan, bahwa menjadi pekerja sekaligus mahasiswa bukanlah suatu hal yang mudah dilalui, harus ada tekad yang bulat dan keyakinan dari hati untuk bisa menjalani segala rintangan yang ada selama menempuh  pendidikan.
Setelah itu penyematan almamater secara simbolik oleh Pembina UT Pokjar Johor kepada perwakilan mahasiswa baru dari masing-masing jurusan.

Sebelum memasuki acara inti, Saudara Boby Maulanza selaku perwakilan dari Bank Mandiri sedikit mensosialisasikan cara pembayaran uang kuliah UT melalui Mandiri Remittance.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video singkat seputar UT yang bertujuan agar mahasiswa lebih mengetahui akan makna dari nama  Universitas Terbuka, sejarah UT hingga alumni yang berhasil meraih kesuksesan.

Ketua DPM UT Pokjar Johor, melalui presentasi juga menambahkan informasi dengan menjelaskan profil khusus UT Pokjar Johor kepada mahasiswa baru. Ditengah acara beliau pun memberikan sebuah game sederhana yang dilakukan dengan apik. Sebuah pertanyaan tentang materi OSMB yang diselipkan oleh pengurus dibawah kursi peserta OSMB, yang beruntung berhasil membuat mereka sedikit ribut karena hal tak terduga tersebut. Hal ini bertujuan untuk menguji seberapa jauh pemahaman mahasiswa akan materi yang telah diberikan selama OSMB yang berdurasi sekitar 5 jam tersebut.

Acara terakhir yaitu melakukan aktivasi tutorial online agar segala bentuk tugas dan kegiatan belajar online yang diberikan dapat dikerjakan dengan lancar.

"Making higher education open to all"

Oleh : Ade Susilowati
Penyunting : Endri Mardiansyah

Sekuntum Mawar

ragamalami.com
Oleh : Muhammad Tobiin


Indahkah kau duhai yang dimabukan sekuntum mawar.
Melepas dahaga kerinduannya.
Setelah hujan menghujat tubuhnya.
Setelah dingin menimpa tubuh kepasrahannya.

Maka kau bunga jalang.
yang ada di antara himpitan pujangga.
Mengguyur tubuhmu dengan puisi.
Kerap bibirmu merapat.
Matamu menggugat.
Segala bentuk neraka ada padamu.

Kerap pula kau diam membekukan air mata menerima segala rindu.
Padahal kau menghimpun sabda nafsu.

Sucikah kau?
Memenjara rasamu, meneriakan khotbah kesayangan yang berisi malu dan resiko.

Sucikah kau?
Menistakan putikmu sendiri sebelum akad kesakralan kau hafal dan dibacakan tenang tanpa deg-degan. 

Sucikah kau menangis diantara putaran durjana?
Kau meliarkan keindahan menjadi segala bentuk kerusakan.

Mengenal Lebih Dekat Ketua DPM UT Pokjar Johor 2017


Endri Mardiansyah
Ketua DPM UT Pokjar Johor 2017

Oleh : Diana Fitri Aryaningsih

Saat pertama kali menginjakkan kaki di perantauan mungkin sebagian kecil saja yang terbesit untuk meneruskan pendidikan dijenjang yang tinggi. Namun tidak bagi Endri Mardiansyah, bujang kelahiran Palembang ini sangat gigih untuk meneruskan mimpinya walau dengan keterbatasan waktu yang ia miliki sebagai pekerja kilang. Tahun 2011 menjadi awal kedatangannya ke Malaysia, bekerja disebuah perusahaan Yamauchi (M) Sdn Bhd yang berlokasi di daerah Senai, Johor Bahru, Malaysia.

Ketika ditanya "Apa yang mendorong bang Endri kuliah di UT"?

Singkat cerita, suatu hari seorang rekan kerja mengajaknya untuk mengisi kepanitiaan di acara Sumpah Pemuda pada tahun 2012 yang diadakan oleh UT Pokjar Johor di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru. Mulai dari situ ia kerap mengikuti kegiatan-kegiatan non akademik mahasiswa UT Pokjar Johor. Rasa ketertarikan untuk kuliah di UT akhirnya membuat Endri memutuskan untuk mendaftarkan diri ditahun 2013 pada gelombang ke-2 dan memilih jurusan Ilmu Komunikasi.

Endri  Mardiansyah lahir di Palembang tanggal 15 Maret 1991. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara, dari pasangan Ibu Kartini dan Bapak Muhammad Teguh. Semasa mengenyam bangku sekolah ia telah aktif diberbagai organisasi sekolah. Diantaranya pramuka ditahun 2004 dan sekretaris OSIS SMA 2008 - 2009.

 Kegemarannya berkomunikasi dan berkreasi mendorongnya untuk memotivasi para pekerja Indonesia lain untuk melanjutkan pendidikan di UT melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi ke beberapa kilang di kawasan Senai. Tak surut sampai disitu, ia juga cukup aktif menulis di blog dan berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan dilingkungan kerja atau pun tempat kuliah. Beberapa jabatan organisasi yang ia ikuti antara lain Humas di Ikatan Pekerja Indonesia Yamauchi (IPIY) 2013-2015, ketua IPIY tahun 2016, Ketua hostel Yamauchi 2014 sampai sekarang, Wakil ketua DPM UT Pokjar Johor 2015 & 2016 dan anggota Paskibra KJRI Johor Bahru 3 tahun berturut-turut pada tahun 2014, 2015 dan 2016.

Endri Mardiansyah dilantik oleh Konsul Jenderal RI Johor Bahru

Berkat ketelatenan dan semangatnya, ia membuktikan bahwa apa yang ia perjuangkan akan menuai apa yang ia tanam. Dan kini ia dipercayai untuk memangku jabatan sebagai ketua DPM UT Pokjar Johor periode 2017.

Mahasiswa semester akhir ini sempat mendirikan band yang diberi nama “The Palvis”. Beranggotakan ia sendiri sebagai gitaris, Efri gitaris, Yeni vokalis, dan Dendy drummer. Di beberapa kesempatan band “The Palvis” pernah tampil di Annnual Dinner Yamauchi pada tahun 2014 dan 2015 dan sering meramaikan kegiatan yang diselenggarakan UT Pokjar Johor.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang masih menyelesaikan kuliahnya di UT Pokjar Johor ini berharap nantinya dapat meningkatkan kualitas hidup dimasa depan serta mampu membanggakan kedua orangtua dan keluarga.

Pelantikan Pengurus DPM UT Pokjar Johor 2016 - 2017

Suasana Pelantikan Pengurus DPM

By : Diana Fitri Aryaningsih.
Editor : Endri Mardiansyah.

Johor Bahru, Minggu, 10 Desember 2016. Universitas Terbuka Pokjar Johor melaksanakan pelantikan pengurus Dewan Presidium Mahasiswa UT Pokjar Johor 2016/2017. Acara yang diselenggarakan di Aula KJRI Johor Bahru itu berlangsung dari pukul 10.00am sampai 1.00pm. Turut hadir Bapak Haris Nugroho selaku Konsul Jendral RI Johor Bahru dan Ibu Dewi Lestari S.E selaku Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru sekaligus Pembina UT  Pokjar Johor.

Saudara Muhammad Tobiin sebagai pembawa acara mulai membacakan susunan acara pelantikan pengurus DPM UT Pokjar Johor.

Muhammad Tobiin - Pembawa Acara

Diawali dengan pembacaan doa oleh Saudara Abdul Rohman, kemudian disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya diikuti oleh seluruh tamu dan mahasiswa yang dipandu oleh Dwiana Nararia .

Abdul Rohman - Pembaca Doa

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Selanjutnya adalah sambutan dari ketua terpilih yakni Endri Mardiansyah. ia menyampaikan harapan atas kepengurusan yang baru dapat memberikan yang lebih baik lagi. Serta mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak KJRI Johor Bahru yang telah memfasilitasi, membimbing dan mendukung dengan penuh kegiatan yang diselenggarakan UT Pokjar Johor selama ini.

Endri Mardiansyah - Ketua DPM 2016-2017

Sambutan kedua disampaikan ibu Dewi Lestari S.E. Beliau berpesan agar kepengurusan DPM yang baru dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar seoptimal mungkin dalam aktivitas keorganisasian. Harapan beliau kedepannya agar lebih meningkatkan nilai akademik dan pengurus DPM yang baru bisa memberikan contoh kepada mahasiswa lain bahwa dengan berorganisasi, belajar dan bekerja juga mampu memperoleh hasil yang baik.

Ibu Dewi Lestari - Pembina UT Pokjar Johor

Sambutan terakhir diisi oleh Konsul Jendral RI yaitu bapak Haris Nugroho. Pada kesempatan ini, beliau menyatakan rasa bangga kepada warganegara Indonesia di Johor Bahru telah memprakarsai berdirinya Universitas Terbuka yang pertama di Malaysia. Beliau menuturkan sangat berkesan kepada mahasiswa UT yang memiliki semangat tinggi, tidak hanya ingin bekerja di Malaysia namun juga meningkatkan taraf pendidikan yang lebih baik. Selain itu, beliau juga menyampaikan  terima kasih kepada kepengurusan sebelumnya atas sumbangsihnya bagi UT Pokjar Johor.

Bapak Haris Nugroho - Konsul Jenderal RI Johor Bahru


Sebelum menutup  sambutanya, bapak Haris Nugroho menyisipkan pantun.

Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal Sembilan.
Tuntutlah ilmu sungguh-sungguh, agar anda tidak ketinggalan.

Menginjak acara keenam adalah pembacaan SK Ketua DPM oleh Seli Margareda Rini.

Sela Margareda Rini - Pembaca SK Ketua DPM

Tiba pada sesi yang berikutnya yaitu pelantikan pengurus DPM UT Pokjar Johor periode 2016-2017.
Berikut struktur organisasi Pengurus Dewan Presidium Mahasiswa (DPM) 2017 :

Ketua : Endri Mardiansyah
Wakil Ketua : Kiswanto
Sekretaris I : Welly Mareta Anggraeni.
Sekretaris II : Eny Zulaikah.
Bendahara I : Ika Yunita Lestari.
Bendahara II : Dwiana Nararia.
Humas : Ahit Nur Anisafin.
Logistik : Abdul Rohman.
IT dan Informasi : Diana Fitri Aryaningsih.
Perpustakaan : Rustini.
Ekskul : Mira Pujiati Sapitri.
Akademik : Puji Indah Permata Sari.

Ketua Jurusan :
- Manajemen : Arizta Abdillah.
- Ilmu Komunikasi : Muhammad Tobiin.
- Sastra Inggris : Dewi Ambarwati.
- Administrasi Negara : Seli  Margareda Rini.

Pengurus DPM 2016-2017

Penyematan Tanda Pengurus Oleh Konjen RI Johor Bahru



Pengurus DPM bersama Konjen RI Johor Bahru dan Pembina UT Pokjar Johor
Ditandai dengan menyematkan tanda pelantikan kepada Endri Mardiansyah oleh Bapak Haris Nugroho.
Kemudian dipenghujung acara foto bersama. Selesai



Sosialisasi Pendidikan UT Pokjar Johor

Peserta Sosialisasi Pendidikan
Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah bunyi dari pembukaan Undang Undang Dasar 1945.
Dengan begitu, pemerintah mempunyai tanggung jawab penuh dalam memberikan akses pendidikan bagi Warga Negara Indonesia dimanapun berada.

Minggu 23 Oktober 2016 Universitas Terbuka Pokjar Johor dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru kembali mengadakan Sosialisasi Pendidikan bagi Tenaga Kerja Indonesia di Johor Bahru - Malaysia.

Dengan mengusung tema "TKI Berpendidikan dan Berbudaya" acara yang dilaksanakan di Hostel Perindu 7 V.S Industry (Tempat tinggal pekerja Indonesia) ini merupakan kegiatan keduakalinya yang dilaksanakan diluar kantor KJRI Johor Bahru, yang mana acara ini pertamakali diadakan di Hostel Perindu 3 Yamauchi.

Acara yang dimulai tepat jam 10 pagi ini dihadiri sekitar 200 pekerja Indonesia. Dan acara ini juga dihadiri oleh pihak HR V.S Industry Puan Aeliya dan pihak KJRI Johor Bahru AKBP. Wino Sumarno (Staff Teknis Polri KJRI JB).

Puan Aeliya (HR V.S Industry)
Lagu Indonesia Raya berkumandang tanda dimulainya acara sosialisasi pendidikan ini.
Diawali sambutan dari HR V.S Industry, Puan Aeliya dalam sambutannya mengatakan beliau sangat menganjurkan dan sangat mendukung para pekerjanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi agar pekerja yg telah tamat kontrak dan pulang ke Indonesia mampu mempunyai kehidupan yang lebih baik lagi. Beliau juga berpesan kepada para pekerjanya, untuk dapat mengurangkan aktivitas-aktivitas yang tidak bermanfaat.

AKBP Wino Sumarno (Staff Teknis POLRI KJRI Johor Bahru)
Senada dengan apa yang disampaikan oleh perwakilan HR V.S Industry, AKBP Wino Sumarno selaku perwakilan dari KJRI Johor Bahru, beliau sangat mendukung para TKI yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk kehidupan yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Beliau berharap para TKI di Malaysia dapat mentaati aturan-aturan serta undang-undang di tempat kerja mau di tempat tinggal.

Setelah sambutan dari pihak perusahaan dan pihak KJRI Johor Bahru, UT Pokjar Johor memberikan kenang-kenangan kepada pihak V.S Industry sebagai bentuk terima kasih karena telah mendukung terselenggaranya cara sosialisasi ini.

Endri Mardiansyah (Wakil Ketua DPM UT Pokjar Johor)


Memasuki acara inti, Endri Mardiansyah selaku Wekil Ketua DPM UT Pokjar Johor memperkenalkan dan memaparkan secara rinci tentang Universitas Terbuka kepada para peserta mulai dari legalitas UT, sistem belajar, persyaratan kuliah, biaya kuliah, program studi dan jadwal belajar.

Setelah memperkenalkan dan memaparkan tentang Universitas Terbuka, acara dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta.
Di sesi tanya jawab ini, kebetulan peserta yang hadir mayoritas baru lulus SMA dan baru bekerja di Malaysia selama 5 sampai 6 bulan, jadi pertanyaan yang paling banyak ditanyakan adalah kendala persyaratan. Rata-rata mereka menanyakan persyaratan yg harus penuhi adalah foto copy ijazah yang telah dilegalisir, sedangkan ijazah mereka masih di sekolah dan belum melakukan cap tiga jari. Untuk menjawab pertanyaan itu, Endri Mardiansyah tidak banyak memberi solusi, karena persyaratan terpenting memang harus menggunakan fotocopy ijazah yang telah dilegalisir. Walaupun demikian, Endri dan pengurus yang lain tetap berusaha mencari solusi atas kendala teman-teman tersebut dengan mengajukan permasalahan terhadap kepada Ibu Dewi Lestari selaku Pembina UT Pokjar Johor.

Pengurus DPM UT Pokjar Johor bersama Manajemen V.S Industry
Tidak terasa jam telah menunjukan pukul 12:20. Seluruh rangkaian acara telah selesai dilaksanakan.
Berakhir sudah kegiatan Sosialisasi Pendidikan kali ini, Semoga dengan adanya acara seperti ini kita semua mampu menjadi TKI yang berpendidikan dan berbudaya.

Terima kasih V.S Industry, terima kasih untuk para peserta yang sudah hadir. 

Silaturahmi UT Pokjar Johor & UT Pokjar Singapura



"Mempererat Tali Persaudaraan Sesama Mahasiswa UT"
By : Kiswanto dan Diana Fitri Aryaningsih
Editor : Endri Mardiansyah

29 Mei 2016 menjadi hari yang begitu spesial untuk Universitas Terbuka Pokjar Johor dan Universitas Terbuka Pokjar Singapura. Bagaimana tidak, dua Pokjar Universitas Terbuka yang ada di dua negara yaitu Malaysia dan Singapura menggelar sebuah pertemuan untuk menjalin hubungan silaturahmi.

Bertempat di Aula KJRI Johor Bahru, acara ini berlangsung selama 5 jam. Sebanyak 27 mahasiswi UT Singapura dan 20 mahasiswa/i UT Pokjar Johor mengikuti seluruh rangkaian acara ini. Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Dewi Lestari selaku Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru dan juga penanggung jawab Universitas Terbuka Pokjar Johor Bahru.

Acara yang dipandu oleh Muhammad Reydhi ini dimulai tepat pada pukul 10.00 AM. Mengawali acara, seluruh mahasiswa/i UT Pokjar Johor dan Singapura menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Universitas Terbuka dengan memutarkan sebuah video lirik yang telah disiapkan.

Endri Mardiansyah - Wakil Ketua DPM UT Pokjar Johor
Endri Mardiansyah selaku Wakil Ketua DPM UT Pokjar Johor mewakili Gupran Muhsan yang berhalangan hadir dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh mahasiswi UT Pokjar Singapura yang menyempatkan waktu untuk berkunjung ke UT Pokjar Johor. Ia juga mengutarakan harapannya agar kedepannya kegiatan seperti ini akan mampu untuk terus dilaksanakan.

Legyta Vyky Setyanie
Ketua PM UT Pokjar Singapura
Sama halnya dengan Endri, Legyta Vyky Setyanie selaku ketua PM UT Pokjar Singapura juga mengucapkan terima kasih atas kehangatan yang diberikan UT Pokjar Johor dalam menyambut mereka. Harapan yang sama juga Ia lontarkan agar kedepannya kegiatan untuk bertukar pengalaman ini kerap untuk dilakukan.

Ibu Dewi Lestari
Ketua Pengurus UT Pokjar Johor
Ibu Dewi Lestari juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari UT Pokjar Singapura. Selain itu, Ibu Dewi menyampaikan sedikit masalah yang dihadapi oleh UT Pokjar Johor. Salah satunya adalah kurangnya tenaga untuk melakukan kegiatan registrasi sehingga seluruh kegiatan registrasi masih dilakukan oleh kepengurusan yang diisi oleh mahasiswa itu sendiri. Selain itu untuk masalah tempat pertemuan yang masih memakai Aula KJRI juga masuk sebagai kendala yang dihadapi. Terkadang pertemuan akademik yang sudah terjadwal harus rela dibatalkan karena Aula yang akan digunakan ternyata lebih dulu akan dipakai kegiatan lain. Ini berbeda dengan UT Singapura yang menggunakan gedung Sekolah Indonesia Singapura (SIS) untuk melakukan pertemuan.

Penampilan karate Ariz Abillah

Perkenalan pengurus DPM UT Pokjar Johor

Endri memperkenalkan UT Pokjar Johor
Memasuki acara inti. Endri memperkenalkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa/i UT Pokjar Johor Bahru. Mulai dari kegiatan Outbond, UT Peduli, Paskibraka, beberapa kelas dalam meningkatkan pengetahuan teman-teman UT Pokjar Johor  dan juga UT Mengajar. Sebelumnya Endri memperkenalkan para pengurus DPM UT Pokjar Johor dan juga diisi oleh pertunjukan karate oleh Ariz Abdilah mahasiswa baru UT Pokjar Johor.

Rasa kagum ditunjukan oleh teman-teman UT Pokjar Singapura. Mereka mengatakan bahwa kegiatan UT Pokjar Johor sangat menginspirasi khususnya UT Mengajar. Hal ini diungkapkan oleh Eni Rofiqoh yang mangatakan bahwa kegiatan mengajar di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) adalah kegiatan langka. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut mampu menambah kecakapan kita dalam menyalurkan ilmu yang kita miliki. Ucapan Eni juga dibenarkan oleh Ngatifah selaku humas dan dokumentasi  PM UT Pokjar Singapura.

Mahasiswi UT Pokjar Singapura

Mahasiswi UT Pokjar Singapura

Mahasiswi UT Pokjar Singapura
Sesi tanya jawab merupakan sesi terpanjang dalam acara ini. Antusias besar ditunjukkan oleh temen-temen UT Pokjar Singapura dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Mulai dari kendala hingga hal-hal yang belum pernah dilakukan oleh temen-temen UT Pokjar Singapura khususnya dalam registrasi online. Disamping itu juga teman-teman UT Pokjar Johor mempertanyakan hal-hal khususnya bimbel yang ternyata UT Pokjar Singapura melakukan untuk memantapkan materi kuliah sedang UT Pokjar Johor sama sekali tidak pernah melakukan bimbel terkait mata kuliah yang diambil.


Games cerdas cermat
Setelah kegiatan yang mengharuskan kefokusan, Reydhi menggunakan jaket warna cokelat membuka game untuk mencairkan suasana. Teriakan gembira tedengar dibarengi dengan keceriaan.  Tiga game disiapkan oleh Reydhi. Eatbulaga, cerdas cermat dan acting. Game pertama yang diwakili oleh Destalia, Ella dan Ariz Abdillah  mewakili UT Pokjar Johor melawan Masrifah, Siti Kurniasih, dan Rita Purbasari yang mewakili UT Pokjar Singapura. UT  Pokjar Singapura dengan mudah memenangkan game pertama. Digame kedua UT Pokjar Singapura juga dengan mudah memenangkan game cerdas cermat. Khayati dan Hamida menambah keungggulan setelah mengalahkan Linlin dan Gita di game cerdas cermat.


Di game ketiga, kedua kelompok memberikan tampilan yang sama-sama bagus di game acting. Linlin, Welly dan Desta memberikan acting terbaiknya dan tak kalah seru Jamela, Asih Maryani dan Dewi Purwasih mampu memainkan perannya yang tak kalah hebatnya dengan perwakilan UT Pokjar Johor. Sorak dari teman-teman baik dari UT Pokjar Singapura maupun UT Pokjar Johor membangkitkan semangat serta keakraban dari Universitas Terbuka yang berada di negara berbeda ini.

Penyerahan cinderamata dari UT Pokjar Johor

Penyerahan cinderamata

Endri, Ibu Dewi Lestari & Legyta

UT Pokjar Johor
&
UT Pokjar Singapura



Memasuki acara terakhir penyerahan cideramata oleh dua belah pihak yang diwakili oleh Endri dan Legyta serta Ibu Dewi Lestari. Diteruskan dengan pemutaran video suasana UAS UT Pokjar Johor 2016.1, kemudian penampilan Nuchaku oleh Ariz Abdilah sebagai penutup yang manis pertemuan tersebut sebelum acara sesi foto bersama dan menyantap hidangan makan siang yang telah disiapkan. Tepat pada pukul 03.00 PM rombongan UT Singapura berpamitan dan meninggalkan KJRI Johor Bahru Malaysia untuk kembali ke Singapura.




Membangun Mimpi Di Negeri Jiran

Diana Fitri Aryaningsih
"MEMBANGUN MIMPI DI NEGERI JIRAN"

Karya : Diana Fitri Aryaningsih (Manajemen)
(Juara Pertama Lomba Artikel UT Pokjar Johor)
Penyunting : Endri Mardiansyah


Nama saya Diana Fitri Aryaningsih. Anak bungsu dari 4 bersaudara. Saya berasal dari keluarga yang sederhana dan memiliki mimpi yang sederhana. “Membahagiakan orang tua”.
Setelah lulus SMK saya putuskan untuk bekerja. Sempat terpikir, andai saja bisa meneruskan sekolah sambil kerja. Karena tidak mungkin membebankan keluarga atau pun minta sokongan kakak yang telah berkeluarga. Mimpi ini masih menjadi angan-angan yang tak berujung. Dari bekerja di Pabrik hingga pelayan sebuah Supermarket tak jua menambah pundi tabungan. Tawaran beasiswa LP3I sewaktu SMK pun tidak saya ambil disebabkan rasa segan jika harus memaksakan pendapatan orang tua kala itu.
Bulan Januari adalah akhir kontrak saya bekerja di Supermarket. Namun jauh-jauh hari saya mendaftarkan diri bekerja di Malaysia pada kantor Agents pemberangkatan TKI. Hanya berrmodalkan cerita teman-teman yang merantau jadilah saya bulatkan tekad untuk mengadu nasib di Negeri Jiran. Orang tua sepenuhnya menyetujui dan berharap anaknya dapat menata masa depan lebih baik.
Tepat di pertengahan bulan April, saya bekerja pada sebuah perusahaan Yamauchi Malaysia Sdn. Bhd. Saat itu juga saya mulai melakoni kehidupan sebagai anak rantau. Kehidupan sosial disini amatlah jauh berbeda jika dibandingkan di Negara sendiri. Pekerja disini tidak hanya dari warga Indonesia saja, pekerja Nepal, Bangladesh, Myanmar, Vietnam menduduki ketenagakerjaan Malaysia. Tidak sedikit TKI terjerumus pada pergaulan bebas, maupun penyakit social lainya seperti Lesbian. Sungguh ironis, niat awal mencari rejeki demi keluarga di kampung malah terjun pada stigma yang salah.
Suatu hari ketika sedang bercakap-cakap dengan teman , salah satu diantara kami menyinggung pasal Universitas Terbuka di Johor Bahru, saat itu saya benar-benar tidak tahu menahu tentang adanya Universitas Terbuka Indonesia di Malaysia. Dibeberkanya bahwa penerimaan mahasiswa baru gelombang pertama di bulan Mei baru di mulai, gelombang kedua pada 21 Juni  2015. Sekedar mengobati rasa penasaran, saya dan rekan saya coba mengunjungi tempat tujuan akhir  minggu ini. Hari yang ditunggu pun tiba. Beralamatkan di Jalan Taat no 46 Johor Bahru. Kami bertolak dari senai menuju Johor Bahru dengan menggunakan bas dan dilanjutkan mengenakan taxi. Kami cukup membayar RM10 untuk dua orang satu taxi. Setiba di depan gerbang Konsulat Jenderal RI Johor Bharu , kami bertanya pada diri sendiri “benarkah ini tempatnya” tidak nampak kegiatan apa-apa didalam halaman KJRI Johor Bahru. Setelah melalui izin satpam, kami diperbolehkan masuk. Seorang yang mengenakan batik menghampiri kami, namanya bang Rusli, merupakan Ketua DPM UT Pokjar Johor periode 2015 . Ia menanyakan maksud kedatangan kami, tanpa ragu saya mengutarakan jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai Universitas Terbuka di sini. Dan ia mempersilahkan kami masuk terlebih dahulu. Walhasil keterangan mengenai penerimaan mahasiswa baru benar adanya, selebihnya ia menerangkan beberapa jurusan yang ada antaranya Manajemen, Komunikasi, Administrasi Negara dan Sastra Inggris. Sedikit ulasan system belajar, anggaran yang musti dikeluarkan tiap persemester dan beberapa data yang perlu dilampirkan sebagai persyaratan registrasi mahasiswa baru. Ternyata biaya per SKS tidaklah semahal yang saya kira, kurang lebih RM300. Secercah sinar menelusup dibilik impian saya.
Setelah merasa cukup dengan informasi yang kami peroleh. Kami pamit untuk pulang. Disepanjang perjalanan kami membahas keinginan masuk Universitas Terbuka Pokjar Johor di bulan Juni, kami sepakat untuk datang mendaftar di gelombang ke2.
Rasa bahagia rupanya dibarengi dengan realita muram. Tanpa saya sadari beberapa orang menganggap kalau meneruskan pendidikan di Malaysia hanya menghabiskan uang, karena sebagai  pekerja kilang yang dituntut 12 jam bekerja bukan hal yang mudah membagi waktunya untuk belajar. Belum lagi dengan system online membuat mahasiswa musti belajar secara mandiri, tidak mendapatkan ajaran secara langsung dari dosen. Tingkat kelulusan belum dapat dipastikan. Hilang uang, habis waktu, menguras tenaga. Sungguh membuat saya goyah, beruntung sekali saya memiliki kawan yang kerap kali memotivasi agar tidak menyurutkan niat kami semula.  Untuk menghindari kontra sosial tersebuat saya urungkan untuk tidak mengabarkan informasi dan hasrat saya meneruskan belajar di UT pada teman-teman perantauan. Pasti lambat laun mereka dapat mengerti bahwa kita bisa melakukan lebih untuk generasi ini. Banyak contoh baik yang mampu kita salurkan sebagai upaya menghilangkan cap buruk pekerja Indonesia di Malaysia.
Tidak patah arang, segala cara saya upayakan demi mimpi pernah tertunda. Senantiasa berprasangka baik bahwa Allah memudahkan hamba-Nya dalam menimba ilmu. Kendala pertama terlampaui, muncul masalah lainya. Lembar foto copy ijazah tidak saya pegang, alhasil musti  memberitahu orang rumah untuk mengirimkan berkas yang saya perlukan. Keika itu orang tua saya agak ragu dengan keputusan meneruskan belajar di UT. Bukan tidak mungkin bila saja saya merasa terbebani dengan dua aktivitas sekaligus. Tetap saya yakinkan kepada keluarga. Dan mereka membolehkan selama semua biaya saya tanggung sendiri dari hasil bekerja.
Hari demi hari terlewati, tetapi berkas belum kunjung sampai menjelang hari yang di tentukan. Hampir menyerah, tiba-tiba bang Endri menanyakan prihal ketersediakan berkas saya. Endri Mardiansyah yang biasa di sapa Bang Endri ialah Wakil Ketua DPM di Universitas Terbuka Pokjar Johor. Ia yang memperkenalkan dan membantu saya untuk masuk ke UT.  Dengan nada mengeluh saya beritahukan jika belum sampai. Lagi-lagi Allah beri saya kemudahan. Bang Endri beri keluangan waktu 1 hari. Bernafas lega sejenak seraya menanti keajaiban akan datang kepada saya. Keesokan hari berkas telah mendarat ke perindu 3. Saya lampirkan dengan segera kepada bang Endri yang kebetulan memang satu kilang Yamauchi.
Dahulu saya menganggap orang yang kurang mampu bisa sukses tidak harus bergelar sarjana asalkan mampu menggali kemampuan diri melalui membaca buku, belajar dari dunia kerja dan kehidupan. Tetapi adanya fasilitas Pemerintah yaitu Universitas Terbuka alternative lain yang sanggup dirasakan Warga Negara Indonesia. Jembatan bagi pemuda pemudi yang kurang beruntung agar memperoleh pemerataan pendidikan tanpa memandang latar belakang sosial, umur dan domisili. Saya selalu ingat dengan kata-kata ini
jika ingin bahagia di dunia maka dengan ilmu. Jikaingin bahagia di akherat maka dengan ilmu”.
Kalimat itu memacu saya untuk berusaha menuntut pendidikan dimana pun dan kapan pun.
Diawal bulan Agustus, saya resmi menjadi Mahasiswa UT Pokjar Johor ditandai dengan pembagian jas almamater dan uniform. Manajemen adalah jurusan yang saya ambil. Mahasiswanya  kebanyakan bekerja dari kilang-kilang di wilayah Johor. Selebihnya pekerja bangunan, asisten rumah tangga maupun pelayan kedai. Saya salut dengan mahasiswa yang belajar di UT Pokjar Johor. Batas usia yang nampak kontras tidak menyurutkan mereka untuk menggali ilmu bersama sebagai TKI Malaysia. Kegigihan para pengurus UT Pokjar Johor patut diacungi jempol, pasalnya waktu, tenaga dan pikiran mereka sumbangkan untuk memperkenalkan Universitas Terbuka pada pahlawan devisa di Malaysia.
Cerita ini tak semulus yang saya perkirakan, meluangkan waktu sejenak untuk membaca materi dan kesempatan mengerjakan tugas adalah kelonggaran yang tidak selalu saya miliki. kepenatan seusai OT (lembur) malam dan paginya berangkat pagi sangat menguras tenaga dan pikiran. Menjadi salah satu hambatan dalam belajar karena sudah terlalu capek menangkap materi. Kesulitan itu rupanya dirasakan mahasiswa lain. Peran serta pengurus UT Pokjar Johor dengan tanggap menyediakan diskusi untuk membahas tentang masalah Tuton yang diadakan setiap hari minggu.
Pada awal semester untuk mengakses materi, saya hanya bermodal ponsel android tidak semua aktivitas tuton melalui ponsel. Ada tugas dua minggu sekali yang mengharuskan menggunakan komputer. Pengalaman ini saya alami, sepulang shift malam istirahat sejenak selanjutnya menuju warnet di daerah Senai padahal dihari yang sama malam nya berangkat OT. Tugas yang menumpuk siap diketik untuk disetorkan, tanpa terasa waktu begitu melarutkan saya pada  pukul 5 petang. Perasaan was-was menghinggapi manakala taxi pada jam-jam sore sepi penumpang. Tidak ada jalan lain selain membayar ongkos lebih kepada supir taxi untuk mengantarkan saya kembali ke perindu. Kembali kerutinitas semula sebagai pekerja di Yamauchi
Banyak segi positif yang saya peroleh sebagai mahasiswa UT. Workshop Travel Writing bersama Gol A Gong adalah kegiatan yang pernah saya hadir pada 6 September 2015. Bisa bertatap muka dan mendengar kisah penulis Balada Si Boy secara langsung merupakan pengalaman yang sangat berkesan. Acara yang diselenggaran di Aula Konsulat Jendral RI Johor Bahru tersebut mnginspirasi saya  bahwa menjadi penulis tidak hanya terpaku di depan computer. 
Antusias pernah hadir dari bang Endri agar saya memposting artikel maupun karangan pada blog Redaksi UT melalui blognya. Wadah para penulis pemula berkarya dalam organisasi yang UT Pokjar Johor kelolah. Berlanjut dikegiatan lain yakni  kumpul bersama Mahasiswa/i UT Johor di Hutan Bandar dan Kompetisi Dance dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-87. Tanpa dinyana saya diperkenalkan oleh bang Depri Mahasiswa UT semester akhir kepada Mba Fitri (Mahasiswi UT) untuk turut serta meramaikan perayaan tersebut mewakili UT. Meski ragu akhirnya saya sambut tawaranya dengan senang hati. Tiap dua minggu sekali kami bertemu untuk latihan dirumah Mba Fitri. Ia begitu sabar dan telaten mengajari gerakan tari. Kerja keras saya dan Mba Fitri belum membuahkan hasil yang manis pada kontes dance itu.  Akan tetapi saya merasa puas melihat partisipasi dan semangat anak-anak UT atas kelancaran acara hingga usai. Kali keduanya saya merasa bangga menjadi bagian dari Mahasiswa. Berkontribusi dalam kegiatan yang diadakan oleh pihak UT maupun Konsulat Jenderal RI. Ini hanya sebagian pengalaman berharga yang saya punya selama bekerja di Malaysia.
Jalan saya masih panjang. Ada keluarga yang harus saya bahagiakan, dan sapa hangat mimpi yang mendekap asa saya. Esok saya akan kembali bersama ilmu yang saya dapatkan disini. Membangun mimpi anak-anak pribumi.
 Dari Malaysia untuk Indonesia……..
 
Copyright © 2013. OPEN UNIVERSITY INDONESIA - JOHOR BARU - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger